SERVICE STRATEGY AND SERVICE DESIGN
Sabtu, 19 Maret 2016
Minggu, 24 Januari 2016
KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI (tgs kelompok)
KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
Agung Harja Santana
10114467
2ka30
1.
Pengertian
Komunikasi
Komunikasi
atau communication berasal dari
bahasa Latin communis yang berarti
‘sama’. Communico, communication atau communicare yang berarti membuat sama ( make to common ). Secara
sederhana komunikasi dapat terjadi apabila ada kesamaan antara penyampaian
pesan dan orang yang menerima pesan. Oleh sebab itu, komunikasi bergantung pada
kemampuan kita untuk dapat memahami satu dengan lainnya.
Komunikasi
adalah “suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa orang, kelompok,
organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar
terhubung dengan lingkungan dan orang lain”.
Komunikasi
adalah suatu proses penyampaian informasi ( pesan, ide, gagasan ) dari satu
pihak kepada pihak lainnya.
Pada umumnya,
komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua
belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh
keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik
badan, menunjukkan sikap tertentu, cara seperti ini disebut komunikasi dengan
bahasa nonverbal.
2.
Unsur-unsur dalam
komunikasi
Dalam
proses komunikasi ada tiga unsur yang mutlak harus dipenuhi karena merupakan suatu
bentuk kesatuan yang utuh, bila salah satu unsur tidak ada maka komunikasi
tidak akan pernah terjadi. Unsur-unsur komunikasi yaitu :
a. Komunikator / pengirim / sender
Merupakan orang yang menyampaikan isi pernyataan
kepada komunikan. Komunikator bertanggung jawab dalam hal mengirim berita
dengan jelas, memilih media yang cocok untuk menyampaikan pesan tersebut, dan
meminta kejelasan apakah pesan telah diterima dengan baik.
b. Komunikan / penerima / receiver
Merupakan penerima pesan atau berita yang disampaikan
oleh komunikator. Dalam proses komunikasi, penerima pesan bertanggung jawab
untuk dapat mengerti isi pesan yang disampaikan dengan baik dan benar.
c. Saluran / media / channel
Merupakan saluran atau jalan yang dilalui oleh isi
pernyataan komunikator kepada komunikan dan sebaliknya. Pesan dapat berupa
kata-kata atau tulisan, tiruan, gambaran atau perantara lain yang dapat
digunakan untuk mengirim melalui berbagai channel yang berbeda seperti telepon,
televise, fax, photo copy, email, sandi morse, semaphore, sms, dan lain sebagainya.
3.
Cara menyalurkan
ide melalui komunikasi
Komunikasi
dalam organisasi sangat penting karena dengan adanya komunikasi maka seseorang
bisa berhubungan dengan orang lain dan saling bertukar pikiran yang bisa
menambah wawasan seseorang dalam bekerja atau menjalani kehidupan sehari-hari.
Maka untuk membina hubungan kerja antar pegawai maupun antar atasan bawahan
perlulah membicarakan komunikasi secara lebih terperinci. Dalam menyalurkan
solusi dan ide melalui komunikasi harus ada si pengirim berita (sender) maupun
si penerima berita (receiver).
4.
Hambatan
Komunikasi
Pada proses sebuah
komunikasi yang terjadi terkadang kita juga akan mengalami banyak hambatan
dalam berkomunikasi. Beberapa hambatan komunikasi adalah :
a. Hambatan Sematik
Hambatan yang disebabkan oleh factor bahasa yang
digunakan oleh para pelaku komunikasi.
b. Hambatan Mekanik
Hambatan yang disebabkan oleh factor elektrik, mesin
atau media lainnya.
c. Hambatan Antropologis
Hambatan yang disebabkan oleh perbedaan pada diri
manusia.
d. Hambatan Psikologis
Hambatan yang disebabkan oleh factor kejiwaan.
5.
Klasifikasi
Komunikasi
Dibawah
ini ada beberapa klasifikasi komunikasi dalam organisasi yang ditinjau dari
beberapa segi, yakni sebagai berikut:
a.
Dari segi sifatnya
:
Ø Komunikasi Lisan : Komunikasi yang berlangsung lisan/
berbicara, co. presentasi
Ø Komunikasi Tertulis : Komunikasi melalui tulisan, co.
email
Ø Komunikasi Verbal : Komunikasi yang dibicarakan/
diungkapkan, co. curhat
Ø Komunikasi Non Verbal : Komunikasi yang tidak
dibicarakan, co. nerves
b.
Dari segi arahnya
:
Ø Komunikasi ke atas : Komunikasi dari bawahan ke atasan
Ø Komunikasi ke bawah : Komunikasi dari atasan ke
bawahan
Ø Komunikasi horizontal : Komunikasi ke sesame manusia/
setingkat
Ø Komunikasi satu arah : Komunikasi tanpa adanya timbal
balik
Ø Komunikasi dua arah : Komunikasi adanya timbal balik
c.
Dari segi menurut
lawannya :’
Ø Komunikasi satu lawan satu, contohnya berbicara
melalui telepon
Ø Komunikasi satu lawan banyak (kelompok), contohnya
kelompok satpam mengintrogasi maling
Ø Komunikasi lawan kelompok, contohnya debat partai
kelompok
d.
Dari segi menurut
keresmiannya :
Ø Komunikasi Formal : Komunikasi yang berlangsung resmi,
co. rapat pemegang saham
Ø Komunikasi Informal : Komunikasi yang tidak resmi, co.
berbicara dengan teman
Sabtu, 26 Desember 2015
TUGAS 3 Organisasi Umum 1
TUGAS KE-3 SOFTSKILL
NAMA : AGUNG HARJA SANTANA
KELAS : 2KA30
NPM : 10114467
- TEORI
MOTIVASI ABRAHAM MASLOW (1943-1970)
Abraham
Maslow (1943-1970) mengemukakan bahwa pada dasarnya semua manusia memiliki
kebutuhan pokok. Ia menunjukkannya dalam 5 tingkatan yang berbentuk piramid,
orang memulai dorongan dari tingkatan terbawah. Lima tingkat kebutuhan itu
dikenal dengan sebutan Hirarki Kebutuhan Maslow, dimulai dari kebutuhan
biologis dasar sampai motif psikologis yang lebih kompleks; yang hanya akan
penting setelah kebutuhan dasar terpenuhi. Kebutuhan pada suatu peringkat
paling tidak harus terpenuhi sebagian sebelum kebutuhan pada peringkat
berikutnya menjadi penentu tindakan yang penting.
- Kebutuhan
fisiologis (rasa lapar, rasa haus, dan sebagainya)
- Kebutuhan
rasa aman (merasa aman dan terlindung, jauh dari bahaya)
- Kebutuhan
akan rasa cinta dan rasa memiliki (berafiliasi dengan orang lain,
diterima, memiliki)
- Kebutuhan
akan penghargaan (berprestasi, berkompetensi, dan mendapatkan dukungan
serta pengakuan)
- Kebutuhan
aktualisasi diri (kebutuhan kognitif: mengetahui, memahami, dan menjelajahi;
kebutuhan estetik: keserasian, keteraturan, dan keindahan; kebutuhan
aktualisasi diri: mendapatkan kepuasan diri dan menyadari potensinya)
Bila makanan
dan rasa aman sulit diperoleh, pemenuhan kebutuhan tersebut akan mendominasi
tindakan seseorang dan motif-motif yang lebih tinggi akan menjadi kurang
signifikan. Orang hanya akan mempunyai waktu dan energi untuk menekuni minat
estetika dan intelektual, jika kebutuhan dasarnya sudah dapat dipenuhi dengan
mudah. Karya seni dan karya ilmiah tidak akan tumbuh subur dalam masyarakat
yang anggotanya masih harus bersusah payah mencari makan, perlindungan, dan
rasa aman.
2.
TEORI MOTIVASI HERZBERG (1966)
Menurut
Herzberg (1966), ada dua jenis faktor yang mendorong seseorang untuk berusaha
mencapai kepuasan dan menjauhkan diri dari ketidakpuasan. Dua faktor itu
disebutnya faktorhigiene (faktor ekstrinsik) dan faktor motivator (faktor
intrinsik). Faktor higiene memotivasi seseorang untuk keluar dari
ketidakpuasan, termasuk didalamnya adalah hubungan antar manusia, imbalan,
kondisi lingkungan, dan sebagainya (faktor ekstrinsik), sedangkan faktor
motivator memotivasi seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan, yang termasuk
didalamnya adalah achievement, pengakuan, kemajuan tingkat kehidupan, dsb
(faktor intrinsik).
3. TEORI
MOTIVASI DOUGLAS McGREGOR
Mengemukakan
dua pandangan manusia yaitu teori X (negative) dan teori y (positif), Menurut
teori x empat pengandaian yag dipegang manajer
- karyawan
secara inheren tertanam dalam dirinya tidak menyukai kerja
- karyawan
tidak menyukai kerja mereka harus diawasi atau diancam dengan hukuman
untuk mencapai tujuan.
- Karyawan
akan menghindari tanggung jawab.
- Kebanyakan
karyawan menaruh keamanan diatas semua factor yang dikaitkan dengan kerja.
Kontras
dengan pandangan negative ini mengenai kodrat manusia ada empat teori Y :
- karyawan
dapat memandang kerjasama dengan sewajarnya seperti istirahat dan bermain.
- Orang
akan menjalankan pengarahan diri dan pengawasan diri jika mereka komit
pada sasaran.
- Rata
rata orang akan menerima tanggung jawab.
- Kemampuan
untuk mengambil keputusan inovat
4.
Achievement TheoryTeori achievement Mc Clelland (1961),
yang
dikemukakan oleh Mc Clelland (1961), menyatakan bahwa ada tiga hal penting yang
menjadi kebutuhan manusia, yaitu:
- Need
for achievement (kebutuhan akan prestasi)
- Need
for afiliation (kebutuhan akan hubungan sosial/hampir sama dengan
soscialneed-nya Maslow)
- Need
for Power (dorongan untuk mengatur)
Selasa, 17 November 2015
ORGANISASI FUNGSIONAL #tugas2
ORGANISASI FUNGSIONAL (FUNCTIONAL ORGANIZATION)
AGUNG HARJA SANTANA
10114467
2KA30
TUGAS 2
1.Tipe organisasi
seperti apa yang anda inginkan ?
2.Faktor apa yang
mempengaruhi
?
3.Buatlah bagan
organisasinya
?
JAWAB !
1.
Organisasi fungsional :
Organisasi
Fungsional adalah organisasi yang susunannya berdasarkan atas fungsi-fungsi
yang ada dalam organisasi tersebut Dalam organisasi ini seorang tenaga pengajar
tidak hanya bertanggung jawab kepada satu atasan saja. Pada organisasi ini pemimpin
berhak memerintahkan semua para tenaga pengajar/para karyawannya, selama masih
dalam hubungan pekerjaan. Sehingga seorang pekerja dapat saja diperintah oleh
lebih dari satu pimpinan sesuai dengan keahliannya.
Disini
akan dibahas struktur organisasi fungsional. Struktur organisasi fungsional
dibentuk berdasarkan tugas-tugas yang ada dalam organisasi.
Ciri-ciri nya adalah:
- Organisasi kecil
- Di dalam nya terdapat kelompok-kelompok kerja staff ahli
- Spesialisasi dalam pelaksanaan tugas
- Target yang hendak dicapai jelas dan pasti
- Pengawasan dilakukan secara ketat
Ciri-ciri nya adalah:
- Organisasi kecil
- Di dalam nya terdapat kelompok-kelompok kerja staff ahli
- Spesialisasi dalam pelaksanaan tugas
- Target yang hendak dicapai jelas dan pasti
- Pengawasan dilakukan secara ketat
Kebaikan
struktur organisasi ini adalah:
- Program terarah jelas dan cepat
- Anggaran personalia dan sarana tepat dan sesuai
- Pengawasan dilakukan secara ketat
Keburukan struktur organisasi ini adalah:
- Bingung dalam mengikuti prosedur administrasi
- Koordinasi sulit dilaksanakan
- Inspeksi sulit dilaksanaka
- Program terarah jelas dan cepat
- Anggaran personalia dan sarana tepat dan sesuai
- Pengawasan dilakukan secara ketat
Keburukan struktur organisasi ini adalah:
- Bingung dalam mengikuti prosedur administrasi
- Koordinasi sulit dilaksanakan
- Inspeksi sulit dilaksanaka
2.
Factor yang mempengaruhi :
1. Lingkungan
stabil
2. Tugas
bersifat rutin dan tidak banyak perubahan terjadi
3. Mengutamakan
efisiensi dan kapabilitas fungsional
3.
Bagan organisasinya :
ORGANISASI NIAGA(NPM GANJIL) #tugas1
ORGANISASI NIAGA(npm
ganjil)
Nama : Agung Harja Santana
NPM : 10114467
Kelas : 2KA30
Tugas 1
1.
Tentang organisasi niaga ?
Organisasi niaga adalah perkumpulan
social yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hokum maupun yang
tidak berbadan hokum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat
dalam pembangunan bangsa dan nergara.
2.
Apa kelebihan dari organisasi niaga
di sekitar anda?
Kelebihan organisasi niaga adalah
melakukan kegiatan dan memproduksi dan mendistribusi barang dan jasa. Untuk
menghasilkan keuntungan yang besar.
3.
Apa kekurangan organisasi niaga?
Kekurangan organisasi niaga adalah:
-
Tanggung jawab pemilik tidak
terbatas dan kepemilikan pribadi jaminan bagi kewajiban perusahaan.
-
Kerugian yang di sebabkan anggota
harus di tanggung bersama.
-
Kelangsungan perusahaan tidak
menentu.
4.
Konflik seperti apa yang kalian
dengar?
Konflik :
Kesunjangan antara karyawan dan
direksi mulai menimbulkan konflik yang berlarut, pasca pemilikan direksi baru
yang kurang di setujui oleh kebanyakan karyawan, karena diduga ketua direksi
mempunyai kepentingan pribadi pada pihak tertentu.
5.
Pengaruh organisasi niaga ?
Pengaruh :
Pengaruhnya yaitu membuat
organisasi mengalami kemunduran akibat hubungan antara karyawan dan kepada
direksi yang kurang baik.
6.
Analisis :
Seharusnya dalam organisasi niaga,
ketua tidak hanya mementingkan kepentingannya sendiri.
Senin, 12 Oktober 2015
MAKALAH CIRI-CIRI ORGANISASI (SOFTSKILL)
MAKALAH CIRI-CIRI ORGANISASI
(SOFTSKILL)
AGUNG HARJA SANTANA
10114467
2KA30
KATA
PENGANTAR
Puji syukur penulis
panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan rahmat dan
karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah tentang Organisasi publik ini
dapat diselesaikan dengan tepat waktunya. Makalah ini disusun untuk memenuhi
tugas makalah softskill.
Dalam penyusunan makalah
ini penulis membahas materi tentang organisasi
public..
Penulis menyadari bahwa makalah
tersebut masih banyak adanya kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu penulis berharap akan kritik dan sarannya dari segenap pembaca.
Demikianlah semoga makalah yang telah dibuat tersebut dapat bermanfaat bagi
semuanya. Terimakasih
Daftar Isi
Cover 1
Kata
Pengantar 2
Daftar
Isi 3
BAB I
Pendahuluan
1.1Latar Belakang 4
BAB II
ISI
/ PEMBAHASAN
2.1Ciri-Ciri Organisasi 5
2.2 Unsur Organisasi 6
2.3Teori Organisasi 7
BAB III
ANALISIS
3.1ANALISIS 9
BAB IV
PENUTUP
4.1KESIMPULAN 10
4.2 KRITIK/SARAN 10
DAFTAR PUSTAKA 11
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kesinambungan sebuah organisasi selain
didukung oleh banyak faktor seperti sumber daya manusia yang selalu siap
(regenerasi) untuk meneruskanlangkah dan segala seluruh visi dan misi yang
telah ada beserta anggaran dasar dan anggaran rumah tangganya (AD/ART)
sebuah organisasi, perhatian terhadapkemampuan finansial, kemampuan beradaptasi
dengan dinamisasi zaman dansegala problematika yang ada di dalamnya atau yang
sedang berlangsung sertayang tak kalah pentingnya adalah kepercayaan dari calon
anggota terlebih lagiloyalitas serta dedikasi dari anggota serta jajaran
pengurus yang sudah lama berada adalah bukti konkrit dari hal
ini.Muhammadiyah sebagai sebuah organisasi yang keberadaannya sudah
sejak lama bahkan ikut berperan serta dalam perjuangan juga sebagai sebuah
gerakanyang dahulunya hanya memfokuskan pada penyebaran agama hal ini tidak
dapatdisepelekan begitu saja. Dalam penyebaran agama yang dilakukan oleh
KH.Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah tidak hanya menyuruh kepadakebaikan
dan mencegah kemungkaran semata. Akan tetapi di samping ituMuhammadiyah sebagai
gerakan sekaligus organisasi juga turut membantu bangsa ini agar bisa
terlepas dari cengkeraman penjajah.Berangkat dari hal ini maka Muhammadiyah
sebagai bagian dari komponen bangsa sekaligus sebagai warna dalam
kemajemukkan bangsa tercinta ini. Kitaakui sebagai bangsa yang majemuk baik
dari terdapatnya berbagai macam suku, bahasa dan kebudayaan serta
organisasi-organisasi kemasyarakatan (ORMAS)adalah warna yang masing-masing
mempunyai keunikan tersendiri.
BAB II
ISI / PEMBAHASAN
2.1 Ciri-ciri Organisasi
a.
Ciri-ciri organisasi yaitu :
Adanya komponen ( atasan dan bawahan) .
Adanya kerja sama (cooperative yang
berstruktur dari sekelompok orang).
Adanya tujuan .
Adanya sasaran .
Adanya keterikatan format dan tata tertib
yang harus ditaati .
Adanya pendelegasian wewenang dan
koordinasi tugas-tugas.
b.
Ciri-ciri organisasi Modern yaitu :
Organisasi bertambah besar.
Pengolahan data semakin cepat.
Penggunaan staf lebih intensif.
Kecendrungan spesialisasi.
Adanya prinsip-prinsip atau azas-azas
organisasi.
Unsur-unsur organisasi lebih lengkap.
c.
Ciri-ciri Organisai sosial menurut Berelson dan Steiner(1964:55)
Formalitas, merupakan ciri organisasi
sosial yang menunjuk kepada adanya perumusan tertulis daripada
peratutan-peraturan, ketetapan-ketetapan, prosedur, kebijaksanaan, tujuan,
strategi, dan seterusnya.
Hierarki, merupakan ciri organisasi yang
menunjuk pada adanya suatu pola kekuasaan dan wewenang yang berbentuk piramida,
artinya ada orang-orang tertentu yang memiliki kedudukan dan kekuasaan serta
wewenang yang lebih tinggi daripada anggota biasa pada organisasi tersebut.
Besarnya dan kompleknya, dalam hal ini
pada umumnya organisasi sosial memiliki banyak anggota sehingga hubungan sosial
antar anggota adalah tidak langsung (impersonal), gejala ini biasanya dikenal
dengan gejala “birokrasi”.
Lamanya (duration), menunjuk pada diri
bahwa eksistensi suatu organisasi lebih lama daripada keanggotaan orang-orang dalam
organisasi itu.
Dari beberapa ciri organisasi di atas,
dapat disimpulkan bahwa suatu organisasi itu memiliki anggota yang tidak
sedikit dan memiliki tingkatan yang berbentuk piramida yang berarti ada yang
menjadi atasan dan menjadi bawahan. Organisasi memiliki tujuan dan demi
mencapai suatu tujuan itu maka dibentuklah suatu pembagian tugas dan di
oragisasi juga ada peraturan yg bersifat formal.
2.2 Unsur Organisasi
Pada dasarnya unsur organisasi terbagi
tiga manusia, kerjasama, dan tujuan bersama. Jika dijelaskan lebih terperinci
unsur ari organisasi yaitu :
-
Man, dalam
kehidupan organisasi atau ketatalembagaan sering disebut dengan istilah pegawai
atau personnel. Pegawai atau personnel terdiri dari semua anggota atau warga
organisasi, yang menurut fungsi dan tingkatannya terdiri dari unsur pimpinan
(administrator) sebagai unsur pimpinan tertinggi dalam organisasi, para manajer
yang memimpin suatu unit satuan kerja sesuai dengan fungsinya masing-masing dan
para pekerja (nonmanagement/workers). Semua itu secara bersama-sama merupakan
kekuatan manusiawi (man power) organisasi.
-
Kerjasama, merupakan
suatu perbuatan bantu-membantu akan suatu perbuatan yang dilakukan secara
bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu, semua anggota atau
semua warga yang menurut tingkatan-tingkatannya dibedakan menjadi
administrator, manajer, dan pekerja (workers), secara bersama-sama merupakan
kekuatan manusiawi (man power) organisasi.
-
Tujuan
Bersama, merupakan arah atau sasaran yang dicapai. Tujuan menggambarkan
tentang apa yang akan dicapai atau yang diharapkan. Tujuan merupakan titik
akhir tentang apa yang harus dikerjakan. Tujuan juga menggambarkan tentang apa
yang harus dicapai melalui prosedur, program, pola (network), kebijaksanaan
(policy), strategi, anggaran (budgeting), dan peraturan-peraturan (regulation)
yang telah ditetapkan.
-
Peralatan (Equipment),
terdiri dari semua sarana, berupa materi, mesin-mesin, uang, dan barang modal
lainnya (tanah, gedung/bangunan/kantor).
-
Lingkungan (Environment),
Faktor lingkungan misalnya keadaan sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi
termasuk dalam unsur lingkungan.
-
Kekayaan Alam, yang
termasuk dalam kekayaan alam ini misalnya keadaan iklim, udara, air, cuaca
(geografi, hidrografi, geologi, klimatologi), flora dan fauna.
-
Kerangka/Konstruksi
Mental Organisasi
Semua unsur ini tidak bisa berdiri
sendiri, unsur-unsur organisasi tersebut saling terkait satu sama lain sehingga
memiliki suatu kesatuan yang utuh.
2.3
Teori Organisasi
Teori Organisasi yang pernah ada dan
berlaku sampai sekarang ada tiga, yaitu :
1. Teori
organisasi klasik.
2. Teori
organisasi neoklasik .
3. Teori
organisasi modern.
Teori
Organisasi Klasik
Teori organisasi klasik kadang disebut
juga teori tradisional yang berisi konsep-konsep tentang organisasi mulai tahun
seribu delapan ratusa (abad 19). Secara umum digambarkan sangat tersentralisasi
dan tugasnya terspesialisasi, serta memberikan petunjuk mekanistik struktural
yang kaku dan tidak mengandung kreatifitas.
Teori klasik berkembang dalam tiga aliran
yang dibangun atas dasar anggapan-anggapan yang sama dan mempunyai efek yang
sama, yaitu :
-
Teori Birokrasi
-
Teori Administrasi
-
Teori Manajemen Ilmiah
Menurut pengikut organisasi klasik, adanya
suatu organisasi formal sangat bergantung pada empa kondisi pikok yaitu :
-
Kekuasaan
-
Saling melayani
-
Doktri ( rumusan tujuan
organisasi).
-
Disiplin (perilaku yang
ditententukan oleh perintah).
Untuk membentuk suatu organisasi, ada
beberapa tiang dasar yang penting, yaitu :
-
Pembagian kerja.
-
Proses skalar dan fungsional.
-
Struktur
-
Rentang kendali (span of
control).
Teori
Organisasi Neoklasik
Teori neoklasik secara sederhana dikenal
sebagai teori/aliran hubungan manusiawi (The human relation movement). Teori
ini dikembangkan atas dasar teori klasik. Anggapan teori ini adalah menekankan
pentingnya aspek psikologis dan sosial karyawan sebagai individu maupun sebagai
kelompok kerjanya, atas dasar anggapan ini, teori ini mendefinisikan “Suatu
Organisasi” sebagai sekelompok orang dengan tujuan bersama. Perkembangan teori
ini dimulai dengan inspirasi percobaan-percbaan yang dilakukan di Howthrorne
dan tulisan Huga Munsterberg.
Dalam hal pembagian kerja, teori neoklasik
telah mengemukakan perlunya hal-hal sebagai berikut :
-
Partisipasi, yaitu
melibatkan setiap orang dalam proses pengambilan keputusan.
-
Perluasan kerja (job
enlargement) sebagai kebalikan dari pola spesialisasi.
-
Manajement bottom-up yang
akan memberikan kesempatan kepada para yunior untuk berpartisipasi dalam
pengambilan keputusan manajemen puncak.
Teori
Organisasi Modern
Teori organisasi modern kadang disebut
juga sebagai analisa sistem pada organisasi merupakan aliran besar ketiga dalam
teori organisasi dan manajemen. Teori modern melihat bahwa semua unsur
organisasi segbagai saru kesatuan dan saling ketergantungan, yang di dalamnya
mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu sistem tertutup yang berkaitan
dengan lingkungan yang stabil, akan tetapi organisasi merupakan sistem terbuka.
Teori Modern dikembangkan sejak tahun
1950, dalam banyak hal yang mendalam teori modern berbeda dengan teori klasik,
perbedaannya adalah :
-
Teori Klasik memusatkan
pandangannya pada analisa dan deskripsi organisasi, sedangkan teori modern
dengan tekanan pada perpaduan dan perancangan menjadikan pemenuhan suatu
kebutuhan yang menyeluruh.
-
Teori klasik telah
membicarakan konsep koordinasi, skalar dan vertikal, sedangkan teori modern
lebih dinamis dari pada teori lainnya dan meliputi lebih banyak variabel
yang dipertimbangkan.
Konsep sistem umum menjad dasar utama
analisa organisasi dalam teori modern, dan secara ringkas kedua teori ini, baik
teori modern maupun teori sistem umum mempelajari :
-
Bagian- bagian dalam
keseluruhan dan pergerakan individu di dalam dan di luar sistem.
-
interaksi diantara
individu-individu dalam sistem.
-
Masalah-masalah
pertumbuhan dan stabilitas sistem.
Teori Modern menunjukan tiga kegiatan
proses hubungan universal yang selalu muncul pada sistem manusia dalam
perilakunya berorganisasi, yaitu :
-
Komunikasi
-
Konsep Keseimbangan
-
Proses pengambilan
keputusan
BAB III
ANALISIS
3.1 ANALISIS
Berdasarkan
tulisan diatas bahwa suatu organisasi sangat membutuhkan kerjasama, komunikasi
yang transparan dan lain sebagainya dalam mendukung suatu tujuan yang ingin
dicapai bersama. Banyaknya macam organisasi yang memiliki kriteria berbeda
namun pada intinya mereka sama-sama menginginkan tujuannya dapat tercapai
secara optimal. Manusia yang sangat produktif dan kritis yang mampu menjalankan
suatu organisasi secara sehat. Dalam arti produktif dan kritis adalah mereka
mampu me-manage baik waktu, tenaga dan yang lainnya dari urusan private dengan
urusan kelompok.
Sehingga
pola pikirnya dapat terkonsen dengan suatu konsep yang akan dilakukan.
Sedangkan kritis yang dimaksud adalah mampu membedakan untuk mempermudah saat
mengambil keputusan. Mana yang akan memberikan keuntungan atau kerugian dalam
organisasinya, artinya bukan hanya organisasi yang berjenis ekonomi saja tetapi
baik untuk jenis organisasi lainnya.
BAB IV
KESIMPULAN
4.1
KESIMPULAN
Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih, atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama, organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.
Adapun ciri-ciri dari organisasi adalah :
- Adanya komponen ( atasan dan bawahan)
- Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang)
- Adanya tujuan
- Adanya sasaran
- Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati
- Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas
Secara garis besar organisasi mempunyai tiga unsur yaitu :
1. Manusia.
2. Kerjasama.
3. Tujuan bersama-sama.
Teori Organisasi :
1. Teori Organisasi Klasik (Teori Tradisonal)
a. Teori Birokrasi.
b. Teori Administrasi.
c. Manajemen Ilmiah.
2. Teori Neoklasik (Teori hubungan antar manusiawi)
=>Menekankan pentingnya aspek psikologis dan sosial karyawan.
3. Teori Organisasi Modern
=> Semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan dan saling ketergantungan.
4.2
Kritik & Saran
Sebagai penyusun, saya akui tidak terlepas dari kesalahan dan keterbatasan. Karena itu penyusun mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan penulisan makalah selanjutnya.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca khususnya untuk kemajuan Teknologi Informasi di Indonesia.
DAFTAR
PUSTAKA
google.com/marinnrin.wordpress.com
http://tkampus.blogspot.com/2012/03/ciri-ciri-organisasi-sosial_31.html
http://tkampus.blogspot.com/2012/03/unsur-organisasi.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi
Langganan:
Postingan (Atom)





